Copyright fbrhmn. Powered by Blogger.

Showing posts with label komunikasi. Show all posts

Komunikasi non verbal yang miss communication


posted by feby rahmana on , , ,

No comments

TULISAN 4

Pernahkah Anda merasa seperti di hina oleh pandangan seseorang yang tidak Anda kenal? Anda pasti sangat kesal karena menganggap bahwa pandangan tersebut adalah pandangan kebencian yang dilontarkan kepada Anda. Walaupun Anda tidak mengenalnya secara pribadi. Sebenarnya, mungkin saja itu memang merupakan cara orang tersebut memandang suatu objek. Karena tentunya setiap orang memiliki cara pandang yang berbeda untuk berkonsentrasi melihat suatu objek. Misalnya ada yang mengkerutkan dahi, memicingkan mata, bahkan tersenyum. Nah, tindakan di atas adalah suatu tindakan komunikasi yang non verbal.



Apa itu komunikasi non verbal ?
Komunikasi non verbal adalah penyampaian pesan tanpa kata-kata  dan komunikasi non verbal memberikan arti  pada komunikasi verbal. Yang termasuk komunikasi non verbal adalah :
-          Ekspresi wajah, wajah merupakan sumber yang kaya dengan komunikasi, karena ekspresi wajah cerminan suasana emosi seseorang.
-          Kontak mata, merupakan sinyal alamiah untuk berkomunikasi. Dengan mengadakan kontak mata selama berinterakasi  atau tanya jawab berarti orang tersebut terlibat dan menghargai lawan bicaranya dengan kemauan untuk memperhatikan  bukan sekedar mendengarkan. Melalui kontak mata  juga memberikan kesempatan pada orang lain untuk mengobservasi yang lainnya
-          Sentuhan  adalah bentuk komunikasi personal  mengingat sentuhan lebih bersifat spontan dari pada komunikasi verbal. Beberapa pesan  seperti perhatian yang sungguh-sungguh, dukungan emosional, kasih sayang  atau simpati dapat dilakukan melalui sentuhan.
-          Postur tubuh dan gaya berjalan. Cara seseorang berjalan, duduk, berdiri dan bergerak memperlihatkan ekspresi dirinya. Postur tubuh dan gaya berjalan merefleksikan emosi, konsep diri, dan tingkat kesehatannya.
-          Sound (Suara). Rintihan, menarik nafas panjang, tangisan  juga salah satu ungkapan  perasaan  dan pikiran  seseorang yang dapat dijadikan komunikasi. Bila dikombinasikan dengan semua bentuk komunikasi  non verbal lainnya  sampai desis  atau suara  dapat menjadi pesan yang sangat  jelas.
-          Gerak isyarat, adalah yang dapat mempertegas pembicaraan . Menggunakan isyarat sebagai bagian total dari komunikasi  seperti mengetuk-ngetukan kaki atau mengerakkan tangan  selama berbicara menunjukkan seseorang dalam keadaan  stress  bingung atau sebagai upaya untuk menghilangkan stress

Jadi, setelah mengetahui bentuk-bentuk dari komunikasi nonverbal di atas, kita harus lebih berhati-hati dan cermat dalam membaca tindakan seseorang, khususnya secara non verbal. Karena, kita tidak ingin terjadinya miss komunikasi sehingga menciptakan suatu masalah yang sebenarnya tidak ada. Misalnya, seseorang tersenyum kepada Anda. Mungkin arti senyuman itu adalah suatu apresiasi terhadap keramahan seseorang ataupun wujud kepedulian seseorang. Namun karena Anda miss komunikasi, atau salah mengartikan arti senyuman itu, Anda menganggap bahwa sedang ditertawakan oleh orang tersebut. Dan tentunya menciptakan suatu perasaan tak senang. Bahkan bisa saja Anda datang menghampiri orang tersebut sembari menanyakan maksud dari senyuman tersebut dengan nada yang keras. Sungguh itu merupakan suatu perbuatan yang tercela dan merupakan salah satu akibat dari miss komunikasi. Maka dari itu, belajarlah untuk selalu berpikira positif terhadap orang lain. Jangan selalu mencurigai dan menganggap negative terhadap orang lain.

TUGAS SOFTSKILL 4


posted by feby rahmana on , , , , , , ,

No comments

Pertanyaan Tugas 4
1.       Jelaskan syarat komunikasi yang baik dan berhasil
2.       Apa yang sebaiknya dilakukan untuk mengatasi penyimpangan data yang efisien dan fleksibel
3.       Sebutkan cara peyusunan paper/warkat yang saudara ketahui
4.       Sebutkan Prinsif dalam dari Tata Kerja, Sistem Kerja dan Prosedur Kerja

Jawaban
1.       Cara berkomunikasi yang baik dan benar :
Syarat utama untuk bisa berkomunikasi dengan baik dan benar hanya satu. Yakni kerelaan mendengarkan apa yang lawan bicara ucapkan. Tentu saja bukan mendengarkan secara pasif, namun secara aktif. Artinya, Anda memberi perhatian. Wujudnya bisa komentar, tanggapan, keterbukaan, dan juga berdiam diri. Adapun keterampilan menjadi pendengar aktif dapat Anda latih dengan tips berikut :
-          Gunakanlah kata-kata yang baik, dikenal, dan tidak menyinggung pihak pendengar agar terciptanya kepercayaan di kedua belah pihak.
-          Berikan umpan balik, pujian, atau dukungan. Buatlah orang lain tahu bahwa Anda menghargai usaha atau prestasi mereka. Penghargaan atau respek adalah kunci utama dalam menumbuhkan hubungan komuniasi yang seimbang dan saling mendukung.
-          Jagalah bahasa tubuh Anda. Saat berbicara dengan lawan bicara, tetap pertahankan kontak mata untuk menumbuhkan kesan jujur dan percaya diri. Hindari menggigit bibir, goyang-goyang kaki, dan gerakan lain yang menimbulkan kesan Anda sedang gelisah atau tak betah berbicara. Usahakan postur tubuh tegak, dengan posisi kaki dan lengan dalam keadaan santai.
-          Hindari kata ‘selalu, mesti’ maupun ‘tidak pernah’. Biasanya kata-kata itu tidak menggambarkan fakta sesungguhnya dan cenderung memancing sikap defensip dari lawan bicara.
-          Sesuaikan gaya komunikasi Anda dengan tiap individu.
-          Ingat, tidak ada satu pun manusia di dunia ini sama. Jenis kelamin, usia, budaya, daerah asal, pekerjaan, pengalaman kerja, dan tipe kepribadian hanyalah merupakan sebagian kecil factor yang mempengaruhi gaya komunikasi seseorang. Mengenali perbedaan ini dapat mengurangi resiko kesalahpahaman maupun firasat saat berkomunikasi. Orang dengan tipe ekstrovert biasanya senang memonopoli percakapan, selalu penuh inisiatif, dan ceplas-ceplos bicaranya. Sedangkan mereka yang bertipe introvert lebih senang menyendiri dan selalu berpikir hati-hati sebelum bertindak atau berbicara.

2.       Yang sebaiknya dilakukan untuk mengatasi penyimpangan data yang efisien dan fleksibel adalah :
-          Pembentukan kelompok atau tim yang sudah dikelompokkan sesuai dengan tugasnya.
-          Pengadaan meeting antar pegawai maupun pertemuan khusus lainnya.
-          Penetapan saluran-saluran pribadi.

3.       Cara peyusunan paper/warkat :
-          Penyusunan secara alfabetik
-          Penyusunan secara numerik
-          Penyusunan menurut subyek
-          Penyusunan menurut daerah
-          Penyusunan menurut waktu

4.       Prinsif dalam dari Tata Kerja, Sistem Kerja dan Prosedur Kerja
-          Tata kerja : merupakan cara bekerja dengan benar dan berhasil agar tercapainya hasil yang maksimal.
-          Sistem kerja : merupakan susunan antara tata kerja dengan prosedur yang menjadi satu sehingga membentuk suatu pola tertentu dalam menyelesaikan suatu pekerjaan.
-          Prosedur kerja : merupakan tahapan dalam tata kerja yang harus dilalui suatu pekerjaan baik mengenai dari mana asalnya dan ditujukan kemana, kapan pekerjaan tersebut harus diselesaikan maupun alat apa yang harus digunakan agar pekerjaan tersebut dapat diselesaikan.