Copyright fbrhmn. Powered by Blogger.

Showing posts with label indonesia. Show all posts

Makanan Khas Indonesia - Nasi Campur


posted by feby rahmana on , , , , , ,

No comments

          Sayur urab, pangek sapi, sate lilit ikan, nasi, sambal matah bali, sambal kecal, sambal merah, perkedel jagung, dan ayam kari merupakan daftar lauk-pauk yang terdapat pada nasi campur. Apa itu nasi campur? Nasi campur adalah masakan khas Indonesia yang terdiri dari nasi putih dan bermacam-macam lauk-pauk. Lauk pauk yang sudah disebutkan diatas merupakan salah satu contoh dari lauk-pauk yang dihidangkan bersama nasi putih yang kemudian dipanggil nasi campur. Campuran dari lauk-pauknya tergantung dari warung atau rumah makan yang menyajikannya karena memiliki variasi tersendiri. 
Untuk kenal lebih jauh mengenai nasi campur, penulis memiliki sumber informasi yang bercerita tentang pengalamannya makan nasi campur disalah satu restoran bernama Warung Enak, Ubud Bali.

 


“Sempat ragu ketika ingin mencoba nasi campur karena yang namanya nasi campur itu, kalo di Jakarta biasanya identik dengan kuliner khas tionghoa dimana babi merupakan salah satu lauk-pauk yang disajikan. Tetapi, untuk nasi campur di Warung Enak alhamdulillah tanpa babi. Jadi halal untuk disantap”

Image Hosted by ImageShack.us


             Harga yang ditawarkan oleh makanan khas Indonesia ini juga tidak terlalu mahal. Pas dengan rasa yang diberikannya sehingga layak untuk dicoba.

Sumber :
Wikipedia - Nasi Campur

Tugas I Bahasa Indonesia - Sikap Kesetiaan Bahasa


posted by feby rahmana on , , , , , , ,

No comments

Menunjukkan / menganalisis / memberikan tanggapan sebuah tulisan / wacana yang menyatakan sikap kesetiaan bahasa atau sikap kebanggaan bahasa.

Pada tugas pertama ini saya akan memberikan tanggapan pada suatu potongan tulisan dari sebuah novel berjudul kening karya Rakhmawati Fitri.  Buku ini bersifat fiksi dan merupakan buku yang sengaja di buat untuk para remaja, sehingga banyak sekali ditemukan gaya bahasa yang tidak baku, seperti gaya bahasa anak remaja zaman sekarang, bahkan bahasa asing sekalipun turut meramaikan tulisan novel ini. Untuk itu, marilah kita simak beberapa penggal kalimat yang telah sengaja diambil untuk menunjukkan sejauh mana sikap kesetiaan bahasa digunakan.

“Wow, hebat banget deh Amara ini. Kalo aja gue seberani dia. Jangankan ngajak Agra sama temen-temen kampusnya buat jalan dan traktir mereka makan just like she did (basic rule deketin cowo : perutnya dulu, temen-temennya, baru hatinya), sms-an sama Agra aja gue gak pernah. Padahal gue sahabatan sama Agra berbulan-bulan. Paling Agra hanya sms gue kalau dia mau nyamper atau memang ada perlu yang penting banget. Kirim sms buat request lagu pas gue siaran aja gak pernah. Jadi gue gak terlalu kaget sih ketika akhirnya Amara sukses deketin temen-temen Agra dan berhasil ngajak Agra candle lite dinner on the Saturday night. Kalau Agra masih bilang it isn’t a date, I’ll punch him on the face! Dan tentunya malam minggu kali ini Agra gak datang nyamper gue ke Ardan.”

Sejauh mata memandang, pada tulisan diatas terdapat banyak sekali penggunaan gaya bahasa selain gaya bahasa yang telah disempurnakan. Hal tersebut bisa dilihat dari banyaknya penggunaan bahasa remaja zaman sekarang, ditambah beberapa kalimat asing yang artinya tidak dilampirkan secara harfiah. Tapi, karena memang tujuan utama dari novel ini adalah remaja, maka tidak disalahkan jika ternyata bahasa yang digunakan adalah bukan bahasa baku Indonesia walaupun seharusnya sebagai remaja Indonesia kita harus melestarikan bahasa negara kita sendiri bahkan lewat tulisan sekalipun.

Berikut adalah tanggapan dan analisis saya terhadap tulisan yang telah dibuat diatas :
Hebat banget deh Amara ini. Seharusnya banget itu bisa diganti dengan sekali. Berikut juga dengan deh, akan lebih baik jika diganti dengan ya. Setelah itu penggunaan kata ganti orang pertama, yaitu saya. Kalo aja gue seberani dia. Seharusnya gue itu bisa diganti dengan saya, ataupun aku yang mempunyai makna lebih baik dibandingkan dengan gue karena gue merupakan bahasa yang digunakan remaja pada umumnya. selain itu, banyak juga ditemukannya kesalahan pada kurangnya imbuhan yang diberikan pada suatu kata sehingga mengurangi makna kata tersebut, seperti ngajak dan ngedeketin. Seharusnya ngajak itu mengajak sedangkan ngedeketin itu mendekati. Penggunaan kata yang disingkat-singkatpun juga banyak ditemukan pada tulisan ini, seperti aja dan gak. Seharusnya aja itu adalah saja dan gak itu adalah tidak. Menyingkat kata merupakan hal yang sering dilakukan remaja. Namun, hal itu dapat mengurangi makna dari kata yang disingkat. Kata-kata yang berubah dari kata aslinya juga ada, seperti nyamper. Nyamper itu seharusnya diganti dengan mendatangi.

Selain penggunaan bahasa yang diubah, dikurangi, bahkan disingkat-singkat, terdapat pula penggunaan bahasa asing yaitu Inggris dalam novel diatas. Padahal, bila menggunakan bahasa Indonesia akan membuat makna dari kalimat tersebut lebih “Indonesia” dan enak dibaca walaupun tantangan yang dihadapi adalah masalah penduniaan bahasa yang dimiliki oleh bahasa Inggris. Banyak orang bahkan bocah muda belia yang sudah menggunakan bahasa asing sebagai bahasa utamanya. Banyak orang tua yang sudah mendaftarkan anak-anak mereka untuk mengikuti les bahasa asing sedari dini mungkin demi mempersiapkan diri mereka untuk menghadapi masalah penduniaan bahasa. Namun, tidak ada salahnya bila kita mendasari diri kita dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar, karena kalau bukan orang Indonesia sendiri yang menduniakan bahasa Indonesia siapa lagi? Tentu kita ingin membuat bahasa ibu pertiwi ini menjadi bahasa yang diakui secara dunia. Kembali ke topik pembahasan novel diatas, just like she did, basic rule, candle lite dinner on the Saturday night, it isn’t a date, I’ll punch him on the face! Merupakan contoh dari penggunaan bahasa asing yaitu bahasa Inggris. just like she did berarti seperti yang telah dia lakukan, basic rule berarti peraturan dasar, candle lite dinner on the Saturday night berarti makan malam di hari sabtu ditemani dengan lilin yang menandakan kemesraan dalam makan malam, it isn’t a date, I’ll punch him on the face jika bukan pacaran, saya akan memukul mukanya.

Sebenarnya buku ini memang merupakan buku yang ditujukan untuk pasar remaja sehingga hampir seluruh gaya bahasa yang dituturkan sang penulis merupakan gaya bahasa remaja, maupun bahasa asing sekalipun. Tidak ada yang salah dengan buku ini karena buku ini merupakan buku fiksi yang bertujuan untuk menghibur pembacanya, yaitu dari kelucuan bahasa yang digunakan. Namun alangkah baiknya jika kita sebagai remaja Indonesia bisa memulai kembali untu, melestarikan gaya bahasa Indonesia yang sudah jarang digunakan. Kalau bukan kita, siapa lagi?




Dampak kenaikan harga


posted by feby rahmana on , , , , , , , , ,

No comments

Menyikapi dampak dari kenaikan harga, ada baiknya kita kembali mengingat kejadian beberapa waktu lalu bahkan yang masih dirasakan sekarang, dimana hampir semua harga pangan naik. Food and Agriculture Organization (FAO) melaporkan bahwa kenaikan harga pangan saat ini adalah yang paling tinggi sejak tahun 1990. Tercatat kenaikannya yaitu mencapai 231 poin atau naik 3,4 persen dibanding Desember 2010. Diantaranya yaitu sebanyak 12 jenis komoditas pangan pokok mengalami lonjakan, tiga diantaranya melonjak di atas 90 persen. Seiring dengan naiknya harga bahan pangan ini tentulah sangat meresahkan segala pihak. Baik dari produsen, konsumen, bahkan pemerintah sekalipun ikut dibuat pusing oleh kejadian yang terjadi. Permasalahan ini juga memicu terjadinya inflasi yang akan membahayakan perekonomian Indonesia. Dan hal ini diperparah dengan nilai tukar rupiah yang semakin merosot. Apabila inflasi yang terjadi saat ini tidak segera dilakukan tindakan penyelesaiannya, maka akan dikhawatirkan akan terus menjadi tekanan terjadinya inflasi yang semakin besar dimasa mendatang.
Pihak produsen sebenarnya adalah kunci utama dari penyelesaian melonjaknya harga pangan ini. Dalam kasus ini yaitu petani. Karena bila tanaman atau suatu bahan pangan yang dihasilkan petani bermutu baik pastilah bisa menekan kenaikan harga yang terjadi. Karena, permasalahan utama yang penyebab terjadinya lonjakan harga pangan adalah dikarenakan menipisnya stok bahan pangan di Indonesia. Banyaknya persentase kegagalan panen petani-petani di Negara ini menyebabkan menipisnya pasokan bahan pangan di pasaran. Sedangkan permintaan untuk bahan pangan tetap saja tinggi. Ya, mungkin secara tidak langsung kenaikan harga tersebut berdampak pada kebutuhan pribadi para produsen bahan pangan sehingga tidak bisa meningkatkan mutu bahan pangan yang dihasilkan karena kekurangan dana. Di lain sisi, produsen yang suka menimbun bahan pangan bisa mendapatkan keuntungan yang lebih karena menjual bahan pangan yang tadinya ditimbun disaat semua harganya naik. Karena bagaimanapun, walaupun harga yang ditawarkan lebih tinggi dari biasanya, para konsumen tetap akan membelinya karena memang hal tersebut adalah hal dasar yang dibutuhkan oleh konsumen. Namun tak semua konsumen sanggup membeli bahan pangan yang harganya melonjak tinggi ini. Karena sebagian besar masyarakat Indonesia berada dijalur kemiskinan. Kenaikan harga inipun akan menambah beban pemerintah dalam usahanya mengurangi jumlah kemiskinan di Negara ini. 
Maka dari itu Pemerintah Indonesia sudah selayaknya memberikan perhatian yang lebih kepada para petani miskin di Indonesia, karena dengan bertambahnya stok bahan pangan di Indonesia pastilah kenaikan harga ini dapat dihindari. Pemerintah bisa memulai dengan memberikan bantuan dana kepada para petani dalam upaya peningkatan mutu bahan pangan. Selain itu, pemerintah harus ikut serta dalam pemberian penyuluhan. Penyuluhan yang rutin merupakan salah satu langkah penting lainnya dalam mengraasai lonjakan harga bahan pokok dipasaran. Penyuluhan ini berisi tengang bagaimana cara bercocok tanam yang baik dengan mengutamakan kualitas dan kuantitas produksi pertanian. Selain itu dipenyuluhan ini pemerintah bisa memberikan informasi-informasi penting keadaan iklim terbaru.
Apabila semua permasalahan tentang petani tersebut bisa segera diselesaikan, secara langsung pasti akan membawa dampak bagus bagi kondisi harga bahan pangan di pasaran Indonesia. Persediaan bahan pangan akan kembali terisi dan akan membuat kondisi harga bahan pangan akan kembali membaik dan stabil secara perlahan. Dengan kestabilan kondisi harga pangan tersebut pastilah akan mensejahterakan masyarakat Indonesia karena sebagian besar memiliki ekonomi rata tengah kebawah. Apalagi para pelaku produsen. Keuntungan yang didapatpun akan lebih baik karena daya saing dengan barang impor semakin tinggi sehingga akan membuat naiknya harga barang di negara sendiri.